DELI SERDANG KOMENTAR-Salahsatu putri terbaik Kabupaten Minahasa Utara bernama Annabelle Debora Athalia Maliangkay menggema di panggung pemilihan Putri Otonomi Indonesia (POI) APKASI 2026, setelah ditetapkan sebagai Runer Up terbaik satu, pada Kamis (2/7/2026) di Graha Bhineka Perkasa Jaya, Deli Serdang, Sumatera Utara.
Annabelle Debora Athalia Maliangkay, atau yang akrab disapa Abel, berhasil meraih posisi Runner Up 1, sebelumnya menembus 4 besar finalis terbaik, Abel sukses mengharumkan nama daerah dan membuktikan kualitas perempuan muda Minahasa Utara di tingkat nasional.
Prestasi ini sontak mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Minahasa Utara sekaligus Sekretaris Jenderal APKASI, Dr. Joune J.E. Ganda. SE. MAP. MM. M.Si. Ia mengatakan bahwa pencapaian Abel adalah bukti nyata potensi generasi muda daerah yang mampu bersaing secara sehat dan elegan.
“Ini adalah pencapaian luar biasa bagi Abel. Kita bangga memiliki perempuan muda yang mampu mengharumkan nama daerah,” ujar Joune Ganda.
Disisi lain, Joune Ganda mengapresiasi seluruh finalis POI yang telah menjadi corong pariwisata dan agen pembangunan daerah masing-masing. “Mereka tidak hanya cantik, tetapi juga menguasai sektor pariwisata dan siap menjadi motor penggerak promosi potensi daerah. Kami optimistis mereka akan membawa dampak positif bagi pembangunan,” tambahnya.
Dibalik sorotan prestasi dan kebanggaan institusi, terdapat pesan hangat yang datang langsung dari hati seorang ibu. Ketua TP-PKK Minahasa Utara, Ny. Rizya Ganda-Davega, menyampaikan apresiasi yang tak kalah mendalam, namun dengan nuansa kekeluargaan yang khas. Bagi Ny. Rizya, kesuksesan Abel bukan sekadar piala atau gelar, melainkan pintu terbuka bagi perempuan Minahasa Utara untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah.
“Sebagai Ibu di Minahasa Utara, saya bangga terhadap Abel yang berhasil masuk 4 finalis terbaik dan akhirnya meraih Runner Up 1,” ucap Rizya Ganda-Davega dengan nada tulus dan penuh kasih sayang.
Ia mengatakan bahwa ajang POI adalah ruang yang digagas organisasi para bupati untuk mencari putri-putri yang santun, rendah hati, namun tetap berwawasan luas tentang pemerintahan daerah, terlebih khusus pembangunan sektor pariwisata.
Bagi Rizya, prestasi Abel semakin mempertegas posisi perempuan Minahasa Utara di tingkat nasional. Namun di atas semua itu, ia mengingatkan Abel bahwa perjalanan masih panjang.
“Banyak selamat buat Abel. Jangan pernah berhenti belajar, raih prestasimu sebanyak mungkin, dan persembahkan semuanya untuk Minahasa Utara tercinta,” pesannya yang sederhana namun sarat makna.
Kalimat yang disampaikan Ny. Rizya adalah doa dan harapan seorang ibu agar Abel tetap rendah hati, terus berkembang, dan tidak melupakan akar budayanya.
Kombinasi antara visi strategis Bupati Joune Ganda dan sentuhan humanis Ketua TP-PKK Rizya Ganda-Davega mencerminkan kepemimpinan yang utuh di Minahasa Utara. Disatu sisi, ada dorongan untuk berprestasi dan berkontribusi pada pembangunan, di sisi lain, ada pelukan keibuan yang mengingatkan pentingnya karakter, kesantunan, dan cinta tanah air.
Dengan dukungan seperti ini, Abel dan generasi muda Minahasa Utara lainnya tidak hanya didorong untuk menang, tetapi juga untuk tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, berdaya saing, dan selalu ingat pada kampung halaman. “Selamat kepada Abel. Minahasa Utara bangga padamu,”tutup Ny. Rizya.
Joppy Senduk







