Joune Ganda Jadikan Minahasa Utara Model Kolaborasi BRIN, Tegaskan Pentingnya Inovasi

MINUT KOMENTAR-Langkah berani kembali dilakukan oleh Bupati Minahasa Utara, DR. Joune Ganda, SE. MAP. MM. M.Si.

Dengan visi membangun daerah berbasis riset, ia menghadirkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) langsung di Minahasa Utara. Kehadiran ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kerja Sama yang ditandatangani bersama Kepala BRIN pada tahun 2025 lalu.

Momentum penting itu terungkap saat Bupati Joune Ganda menerima kunjungan 10 pakar peneliti senior BRIN di Kantor Bupati Minut, Jumat (13/03/2026). Dalam pertemuan tersebut, Joune menegaskan bahwa riset dan inovasi adalah fondasi pembangunan yang berkelanjutan.

“Riset dan inovasi sangat dibutuhkan sebagai basic dan panduan. Pembangunan berbasis riset itu penting,” tegas Bupati Joune Ganda, yang juga Sekjen APKASI.

Ia menyampaikan apresiasi atas kebijakan BRIN yang turun langsung ke daerah. “Kami sambut baik kebijakan BRIN untuk hadir dan berkolaborasi di daerah. Ini langkah maju yang bisa dikembangkan tidak hanya dengan Pemkab Minut, tetapi juga dengan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pendampingan riset,” ujarnya, didampingi Kepala BRIDA Minut, Lidya Warouw.

Menurut Joune, semua lembaga baik pemerintah maupun swasta membutuhkan riset sebagai panduan strategis. Karena itu, ia berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Minahasa Utara sebagai model kolaborasi BRIN. “Terima kasih dan salam hormat saya untuk Ketua Dewan Pengarah BRIN Ibu Megawati Soekarnoputeri dan Kepala BRIN Pak DR. Arief Satria,” ungkap Joune.

Kepala BRIN Prof. Dr. Arif Satria sendiri sejak dilantik pada November 2025 telah meluncurkan program kolaborasi dengan pemerintah daerah, untuk mendekatkan riset pada obyek dan persoalan nyata di lapangan. Peneliti senior BRIN, DR. Ir. Ismail Maskromo, menegaskan bahwa Minahasa Utara adalah kabupaten pertama di Indonesia yang proaktif menghadirkan BRIN di daerah.

“Ini kabupaten pertama di Indonesia yang responsif menghadirkan BRIN. Kehadiran kami bersifat kolaborasi, bukan struktural, sehingga tidak membebani daerah melainkan mendukung pembangunan berbasis riset,” jelas Ismail.

Sementara itu, Prof. Ir. Jantje Kindangen, menyampaikan apresiasi atas komitmen Joune Ganda. “Pak Joune sangat paham pentingnya riset. Respons beliau patut diapresiasi tinggi,” kata peneliti ekonomi pertanian itu.

Dengan hadirnya BRIN di Minahasa Utara, Joune Ganda telah menegaskan arah baru pembangunan daerah, riset sebagai kompas, inovasi sebagai tenaga penggerak, dan kolaborasi sebagai jembatan menuju masa depan yang lebih maju.

Jo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *