Terpilih Ketua DPC PIKI Minut, Joune Ganda Diminta Bersiap ke-Level DPD

MINUT KOMENTAR-Kepercayaan publik terhadap integritas dan kapasitas kepemimpinan Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune Ganda. SE. MAP. MM. M. Si kembali diuji.

Dalam Konferensi Cabang (Konfercab) II Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Kabupaten Minahasa Utara yang berlangsung di JG Center, Jumat (11/9/2026), Joune Ganda terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PIKI Minut periode 2026–2031.

Pemilihan Ketua PIKI Minut, adalah cerminan dari konsensus kuat para intelektual Kristen di Minut yang menilai Joune Ganda memiliki kualifikasi paling mumpuni untuk membawa organisasi ini bergerak lebih progresif.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemerintah Kabupaten seluruh indonesia (APKASI) ini, akan didampingi oleh Selfran Wungouw sebagai Sekretaris DPC.

Kelayakan Joune Ganda memimpin PIKI Minut didasari oleh rekam jejaknya yang solid dalam manajemen organisasi dan pelayanan publik. Sebelum ditetapkan secara definitif, Joune telah membuktikan komitmennya dengan menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC PIKI Minut dengan efektif. Bahkan, kredibilitasnya telah diakui hingga tingkat nasional.

Dilevel nasional, Joune Ganda dipercaya sebagai Penasehat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PIKI.

Oleh karena itu, Ketua DPD PIKI Provinsi Sulawesi Utara, Maurits Mantiri, yang hadir langsung dalam acara tersebut menegaskan, bahwa sosok Joune Ganda adalah aset berharga bagi pergerakan PIKI.

Bahkan secara terbuka mantan Walikota Bitung itu, meminta agar Joune untuk mengambil peran yang lebih besar di tingkat provinsi.

“Kapasitas dan kemampuan beliau tidak diragukan lagi. Beliau telah membuktikan diri sebagai pemimpin yang visioner dan eksekutor yang handal. Kedepan saya secara terbuka ingin mengatakan, bahwa Joune tidak hanya berhenti di Minahasa Utara. Saya mau Pak Joune untuk maju satu langkah lagi. Dalam Konferda PIKI mendatang, saya mendukung penuh keikutsertaannya, sehingga Putra Tonsea ini dapat memimpin
Ketua DPD PIKI Sulut. Terus terang PIKI Sulut membutuhkan figur dengan keteguhan dan pengalaman seperti beliau,” ujar Maurits Mantiri di hadapan ratusan peserta konfercab.

Sementara itu, menurut Joune Ganda, jabatan adalah amanah untuk mentransformasi PIKI dari sekadar wadah berkumpulnya kaum intelek menjadi organisasi yang berdampak nyata (impactful organization). Ia menekankan bahwa inteligensia Kristen harus diterjemahkan menjadi solusi bagi masalah sosial di masyarakat.

“PIKI tidak boleh berhenti pada diskusi teoretis atau aktivitas internal semata. Kita harus hadir di tengah-tengah masyarakat dengan kerja nyata. Nilai-nilai iman Kristen harus terlihat melalui tindakan,” tegas suami dari Ny. Rizya Ganda Davega ini..

Bukti komitmen tersebut sudah mulai tampak sejak masa transisi. Di bawah arahan Joune, PIKI Minut telah meluncurkan program-program pemberdayaan ekonomi kerakyatan, seperti distribusi bibit kelapa dan pala kepada petani, serta kegiatan sosial donor darah yang rutin dilakukan. Program-program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat Minut, sejalan dengan visi pembangunan daerah yang inklusif.

Menutup sambutannya, Joune Ganda mengajak seluruh pengurus baru untuk menjaga marwah organisasi dengan berpegang teguh pada dua pilar utama yakni, kasih dan kebenaran. Ia berharap, di bawah kepemimpinannya bersama Selfran Wungouw, PIKI Minut periode 2026–2031 dapat menjadi motor penggerak moral dan sosial yang mampu menjawab berbagai tantangan zaman.

“Harapan kita sederhana namun mendalam. Biarlah kasih dan kebenaran itu menjadi benar-benar nyata dalam kehidupan sehari-hari melalui setiap program yang kita jalankan,” pungkasnya.

Dengan terbentuknya kepengurusan definitif ini, PIKI Minahasa Utara optimis dapat meningkatkan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dan gereja dalam membangun peradaban yang lebih baik di Tanah Tonsea

Jose

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *