MINUT KOMENTAR-Kabupaten Minahasa Utara (Minut) tidak main-main dalam menyongsong gelaran akbar Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII yang akan berlangsung di Kabupaten Gorontalo, 20-25 Juni 2026 mendatang.
Dengan tema besar “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Program Swasembada Pangan guna Mewujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia Tahun 2045”, Minut bertekad menunjukkan taringnya sebagai lumbung pangan potensial di Sulawesi Utara.
Kesiapan tersebut dimatangkan dalam rapat finalisasi yang dipimpin langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Minut, Robby Parengkuan, di Ruang Rapat Asistenan 2, Kantor Bupati Minut, Rabu (03/06/2026).
Dalam forum strategis yang dihadiri oleh Ketua KTNA Minut Arly Dondokambey, serta jajaran Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kelautan, Perdagangan, dan Sekretaris Dinas Pangan tersebut, Robby Parengkuan menyampaikan pesan tegas, bahwa Minut harus hadir bukan hanya sebagai peserta, tapi sebagai kontestan yang diperhitungkan.
Dengan nada suara lantang dan penuh energi, Robby Parengkuan menegaskan bahwa kehadiran 51 delegasi Minut di Gorontalo nanti adalah representasi dari kerja keras seluruh petani dan nelayan di bawah kepemimpinan Bupati Dr. Joune J.E. Ganda. SE. MAP. MM. M.Si dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung.
“Bapak Bupati Joune Ganda menitipkan pesan khusus. “Jangan sia-siakan momentum ini. Penas XVII bukan sekadar jalan-jalan atau pameran biasa. Ini adalah panggung prestise nasional di mana kita harus mempromosikan potensi unggul Minut. Saya minta seluruh tim kerja yang segera dibentuk ini bekerja dengan totalitas. Tidak ada kata ‘cukup’, yang ada adalah ‘maksimal’!” seru Robby, membakar semangat para hadirin.
Robby menekankan bahwa setiap detail persiapan, mulai dari pengadaan kendaraan operasional, desain stand pameran yang atraktif, hingga materi promosi, harus dikoordinasikan secara ketat dengan panitia pusat.
“Stand kita harus menjadi yang paling eye-catching. Produk pertanian dan perikanan Minut harus menjadi primadona. Jika perlu, kita bawa inovasi teknologi terbaru untuk menunjukkan bahwa petani Minut sudah siap menuju era industri 4.0,” tambahnya.
Rapat ini juga menandai pembentukan Tim Kerja Penas Minahasa Utara yang akan bergerak cepat mengeksekusi semua instruksi. Kehadiran Ketua KTNA Minut, Arly Dondokambey, menjamin bahwa suara dan produk para petani serta nelayan akan menjadi fokus utama dalam pameran nanti.
“Kami dari KTNA siap mendukung penuh. Para petani dan nelayan Minut sudah menyiapkan produk terbaik. Sekarang tinggal bagaimana kita mengemasnya agar dilirik oleh investor dan pemerintah pusat di Gorontalo,” ujar Arly Dondokambey merespons semangat yang dibangun oleh Robby Parengkuan.
Dengan tema nasional yang berfokus pada transformasi teknologi dan swasembada pangan, Minut melihat peluang besar untuk menarik perhatian kementerian terkait dan mitra strategis. Robby Parengkuan menutup rapat dengan peringatan keras agar tidak ada kelalaian teknis.
“Ingat, mata seluruh Indonesia akan tertuju ke Gorontalo. Kita bawa nama baik Bupati Joune, nama baik Pemkab Minut, dan yang paling penting, harga diri para petani dan nelayan kita. Siapkan segala sesuatunya sekarang juga. Kita berangkat untuk menang dan membawa pulang kebanggaan!” tutup Robby.
Dengan semangat yang telah dikobarkan, delegasi Minahasa Utara kini bersiap meluncur ke Gorontalo untuk menunjukan bahwa Minahasa Utara adalah kekuatan pangan yang tak bisa diremehkan.
Jose







