Sejarah Tercatat di Maroko, Bupati Joune Ganda Bawa Minahasa Utara Tembus 5 Besar Finalis UCLG Peace Prize 2026

MAROKO KOMENTAR-Sebuah momen bersejarah dan membanggakan telah ditorehkan oleh Kabupaten Minahasa Utara di peta dunia.

Dibawah kepemimpinan visioner Bupati Dr. Joune J.E. Ganda. SE. MAP. MM. M.Si, Minahasa Utara berhasil mencetak prestasi gemilang dengan menembus jajaran 5 Besar Finalis UCLG Peace Prize 2026 dalam ajang United Cities and Local Governments (UCLG) World Congress di Tangier, Maroko.

Pencapaian ini menjadikan Minahasa Utara sebagai satu-satunya perwakilan dari kawasan Asia Pasifik yang mampu bersaing ketat dengan wilayah-wilayah terbaik dari berbagai benua.

Bagi Bupati Joune Ganda, kehadiran di panggung internasional adalah sebuah kehormatan besar untuk membawa nama daerah tercinta dan Indonesia ke mata dunia.

“Ini adalah kebanggaan yang tak terhingga. Kita tidak hanya datang sebagai peserta, tetapi sebagai wakil dari semangat persaudaraan Nusantara. Minahasa Utara berdiri sama tinggi, menyampaikan pesan damai Indonesia kepada peradaban dunia,” ungkap Bupati Joune Ganda dengan nada penuh haru dan bangga.

Dalam perhelatan bergengsi UCLG World Congress 2026, Minahasa Utara tampil impresif di antara empat finalis lainnya yang merupakan ikon perdamaian global, yakni:

  1. Lamu County (Kenya)
  2. Provinsi Manabi (Ekuador)
  3. São Paulo (Brasil)
  4. Kapoeta North County (Sudan Selatan)

Kehadiran Minahasa Utara di level ini membuktikan bahwa praktik baik dalam merawat resolusi konflik dan merekatkan kohesi sosial di tingkat lokal memiliki relevansi universal. Minut tidak lagi dilihat sebagai daerah administratif, tetapi sebagai laboratorium hidup bagi toleransi dan persatuan yang bisa menjadi rujukan bagi wilayah lain di dunia.

Sepanjang kongres, Bupati Dr. Joune Ganda diberikan amanah untuk memaparkan gagasan dan keberhasilan Minahasa Utara dalam tiga forum utama berskala global,

  • UCLG World Congress Assembly: Forum pleno tertinggi para pemimpin kota dan daerah dunia.
  • UCLG Peace Prize Final Presentation: Presentasi akhir untuk memperebutkan penghargaan perdamaian paling prestisius di tingkat pemerintahan lokal.
  • UCLG ASPAC Assembly: Sidang regional Asia-Pasifik yang menjadi wadah diplomasi kawasan.

Melalui ketiga agenda ini, Bupati Joune berhasil menggemakan kisah sukses, inovasi tata kelola, dan suara masyarakat Minahasa Utara secara langsung kepada para pembuat kebijakan global.

Ia menunjukkan bagaimana nilai-nilai lokal yang diterjemahkan menjadi aksi nyata perdamaian yang inklusif.

Pencapaian masuk 5 besar finalis ini bukan sekadar apresiasi simbolis dari komunitas internasional. Ini adalah validasi nyata bahwa semangat toleransi, persaudaraan, dan persatuan yang hidup subur di bumi Minahasa Utara memiliki andil besar dalam mendukung misi perdamaian global.

Ditengah tantangan polarisasi dunia, Minahasa Utara hadir sebagai bukti bahwa keberagaman bukanlah ancaman, melainkan kekuatan. Keberhasilan Bupati Joune Ganda membawa Minut ke panggung Maroko ini menjadi tonggak baru diplomasi daerah, sekaligus inspirasi bagi seluruh kabupaten/kota di Indonesia bahwa potensi lokal dapat menjadi aset diplomasi global yang diperhitungkan.

Minahasa Utara telah berbicara. Dunia telah mendengar. Dan sejarah telah mencatat nama Joune Ganda sebagai pemimpin yang berani membawa desanya menuju panggung peradaban dunia.

Jose

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *