MANADO KOMENTAR-Suasana khidmat dan penuh penghormatan menyelimuti pintu masuk kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (23/06/2026), saat Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Vicktor Mailangkay tiba,
Ditengah deretan pejabat dan anggota dewan, ada satu sosok yang menarik perhatian karena sikapnya yang tegas dan disiplin yakni Sekretaris DPRD Provinsi Sulut, Weliam Niklas Silangen yang menyambut Gubernur dan Wakil Gubernur dengan sikap hormat sebagaimana seorang prajurit kepada atasannya.
Menyadari bahwa Gubernur Yulius Selvanus adalah mantan perwira tinggi TNI, Niklas menyambut kedatangan orang nomor satu di Sulut itu dengan sikap berdiri tegak dan memberikan hormat keprajuritan mengepalkan tangan kanan di pelipis sebuah gestur yang lazim dilakukan prajurit kepada atasannya.
Momen penyambutan ini bukanlah kebetulan atau formalitas kosong. Bagi Niklas Silangen, sikap hormat tersebut adalah manifestasi dari rasa penghormatan mendalam terhadap kepemimpinan Gubernur yang berlatar belakang militer, sekaligus cerminan loyalitas seorang aparatur sipil negara kepada pimpinan daerah.
“Ketika kita menyambut dan melayani pimpinan dengan penuh hormat, sesungguhnya kita sedang membangun budaya pemerintahan yang beretika dan bermartabat,” ucap Niklas Silangen kepada Wartawan. Pernyataan ini menegaskan bahwa bagi dirinya, penghormatan kepada atasan tidak bersyarat pada apakah program berjalan mulus atau tidak, melainkan merupakan nilai dasar integritas seorang bawahan.
Sikap hormat ala prajurit yang ditunjukkan Niklas menjadi pesan kuat bagi seluruh jajaran Sekretariat DPRD, bahwa pelayanan kepada pimpinan harus dilakukan dengan totalitas, disiplin, dan rasa bangga. Ini adalah bukti bahwa loyalitas ASN tidak hanya diukur dari kinerja teknis, tetapi juga dari adab dan tata krama dalam menghadapi pemimpin.
Peran Sekretaris DPRD sebagai penghubung utama antara DPRD dan Pemprov Sulut menuntut sensitivitas tinggi. Dengan latar belakang Gubernur yang militan dan terstruktur, pendekatan Niklas Silangen yang mengadopsi etika keprajuritan dinilai sangat tepat dan relevan. Sikap ini menciptakan harmoni komunikasi antar-lembaga, di mana rasa saling menghargai menjadi fondasi kolaborasi yang efektif.
Gestur hormat dari Niklas Silangen mengingatkan semua pihak bahwa di atas segala perbedaan fungsi lembaga, terdapat ikatan kemanusiaan dan hierarki kepemimpinan yang harus dijaga dengan mulia.
Melalui sikapnya yang tegas namun penuh respek, Weliam Niklas Silangen telah memberikan pelajaran berharga, bahwa dalam birokrasi modern, teknologi dan regulasi boleh berubah, namun adab dan penghormatan kepada pimpinan tetap menjadi jiwa yang tak tergantikan.
Diketahui, bahwa kehadiran Gubernur dan Wakil Gubernur di kantor DPRD Sulut, adalah untuk menghadiri paripurna LKPJ 2025.
Jo-S













