Pdt. Jems Jocom Dinilai Gagal Jalankan Tugas Ketua Sinode GMIM, Justru Hadir Memperkuat Sikap Sepihak BPMJ

Berita Utama, Religi909 Dilihat

Pdt. Jems Jocom

MANADO KOMENTAR-Pdt. Jems Jocom selaku Ketua Badan Pekerja Wilayah GMIM Mapanget Satu, ternyata dinilai gagal melaksanakan tugas perantara yang diberikan Ketua Sinode GMIM Pdt. Adolf Wenas dalam menyelesaikan penolakan jemaat GMIM Musafir Paniki Baru terkait pemetaan kolom pelayanan yang ditetapkan sepihak oleh BPMJ.

Bukannya mendamaikan atau mencari solusi bersama, pernyataan dan langkah Pdt. Jems justru dianggap menutup mata terhadap prosedur sidang jemaat serta memperkuat posisi Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) yang dipersoalkan jemaat.

Menurut keterangan yang disampaikan Pdt. Jems sendiri kepada media, ia hanya berkomunikasi satu arah dengan pihak BPMJ. Berdasarkan penjelasan itu saja, ia menarik kesimpulan bahwa draf pemetaan sudah disampaikan ke hadapan Pelsus dalam sidang sehingga dinilai sudah sesuai prosedur.

Pemahaman yang dikemukakan Pdt. Jems sangat mengejutkan pihak Pelayan Khusus (Pelsus), karena Pdt Jems berpendapat bahwa hal terpenting adalah dokumen dibacakan dalam rapat/sidang, sedangkan pembahasannya dianggap tidak krusial.

“Jika sudah dibacakan dalam sidang maka otomatis disetujui,” begitu logika yang disampaikan Pdt. Jocom.

Tindakan tersebut dinilai berat sebelah, tidak menciptakan ruang dialog antara BPMJ dan pihak yang menolak dari kalangan jemaat/Pelsus, melainkan hadir mewakili BPMS hanya untuk memberikan penguatan atas sikap sepihak yang sudah ada. Padahal tugas yang diembannya adalah menuntaskan masalah yang sedang berlangsung.

Pdt. Jems juga mengaku telah mempelajari gambar pemetaan secara visual dan berkesimpulan tidak ada yang keliru, namun sama sekali tidak melakukan konfirmasi mendalam terhadap keberatan, fakta, maupun perasaan pihak jemaat yang menolak rencana tersebut.

Sikap dan pemahaman teknis yang ditunjukkan itu memicu kritik tajam dari kalangan Pelsus.

“Masa seorang Ketua Wilayah tidak paham mekanisme sidang? Draf yang disusun BPMJ jika dibawa ke sidang, setelah dibacakan harus dibahas. Kalau tidak dibahas, untuk apa mengumpulkan pelayan khusus bersidang? Ini pernyataan yang sangat tidak pantas keluar dari seorang Pendeta berstatus Ketua Wilayah,” tegas salah satu Pelsus yang kecewa berat.

Kehadiran serta sikap Pdt. Jems Jocom justru dianggap mengabaikan hak berdiskusi dan hak kebenaran yang menjadi prinsip dasar setiap sidang jemaat, serta tidak mampu menjembatani dua pihak yang bertentangan.

Secara keseluruhan, investigasi menunjukkan penugasan dari Pimpinan Sinode GMIM tidak dilaksanakan dengan objektif. Pdt. Jems bekerja hanya dari sisi informasi satu pihak, seolah-olah berpura-pura tidak memahami tata tertib persidangan, sehingga masalah tetap buntu dan ketidakpuasan jemaat tetap nyata.

Tuntutan jemaat tetap teguh dan tidak berubah sejak awal yaitu menolak pemetaan kolom yang dirancang secara sepihak oleh BPMJ dan meminta pembatalannya.

Menuntut janji Ketua Sinode Pdt. Adolf Wenas, yang akan menyelesaikan persoalan di GMIM Musafir Paniki Baru terkait pemetaan kolom, apabila Ketua Wilayah Pdt. Jems yang ditugaskan tidak mampu menyelesaikan.

Jose

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *