MANADO KOMENTAR-Komitmen Pemerintah Kota Manado dalam mendukung program strategis nasional untuk pemberdayaan keluarga terlihat jelas saat Walikota Manado, Andrei Angouw, menyambut kedatangan Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, di Sentra Tumo Tou, Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, Paal IV Manado, pada Selasa (11/06/2026).
Kedatangan Mensos bersama jajaran Deputi dan Staf Ahli Kementerian Sosial RI ini dalam rangka menghadiri Open House Sekolah Rakyat (SR) MP 21 Manado.
Kehadiran Andrei dalam kegiatan tersebut, menegaskan dukungan penuh pemkot terhadap inisiatif Presiden RI yang bertujuan mengubah nasib keluarga prasejahtera melalui pendidikan berkualitas dan gratis.
Dalam sambutannya yang penuh semangat, Walikota Andrei Angouw menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden dan Menteri Sosial atas hadirnya Sekolah Rakyat di Manado.
Namun, lebih dari sekadar ucapan terima kasih, Andrei menyampaikan pesan filosofis yang menggugah tentang pentingnya memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan daya saing manusia Manado.
Mengutip kata-kata bijak Bill Gates, Wali Kota menekankan bahwa “kemalasan adalah akar kemiskinan.” Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya para calon siswa dan orang tua, untuk tidak menyia-nyiakan program mulia ini.
“Presiden dan Menteri telah menyiapkan program yang luar biasa. Tugas kita sekarang adalah memaksimalkannya. Kita tidak bisa hanya diam. Kita harus bersaing dengan bangsa lain di dunia. Bagaimana caranya? Dengan menciptakan orang-orang pintar, berkarakter, dan siap kerja. Inilah kunci untuk menggapai kesejahteraan sejati,” tegas Andrei Angouw di hadapan ratusan undangan, termasuk Forkopimda Sulut.
Bagi Andrei, kehadiran Sekolah Rakyat adalah momentum emas bagi Manado untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental dan disiplin.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam arahannya menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat adalah “persembahan” Presiden bagi keluarga yang belum sejahtera. Program ini, yang telah dimulai sejak Juli 2025, menggunakan mekanisme penjangkauan aktif berbasis data DATASEN (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), bukan pendaftaran umum.
“Tidak ada titipan, tidak ada sogok-menyogok. Yang masuk sini adalah mereka yang benar-benar membutuhkan, berdasarkan data yang valid. Ini soal kejujuran dan keterbukaan,” ujar Mensos.
Ia menyoroti fasilitas lengkap yang diterima siswa, mulai dari asrama, makan tiga kali sehari plus dua kali snack, seragam, hingga dukungan pembelajaran digital. Ia bahkan melakukan interaksi langsung dengan siswa, menguji kemampuan membaca seorang anak yang sebelumnya buta huruf, serta memimpin yel-yel semangat untuk membangun kepercayaan diri murid.
Dalam inspeksi mendadak ke lingkungan belajar, Mensos dan Walikota Andrei Angouw melihat langsung demonstrasi pembelajaran berbasis teknologi, di mana guru menggunakan papan digital dan siswa menggunakan laptop untuk aplikasi penerjemah bahasa. Hal ini menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat tidak tertinggal dalam aspek digitalisasi.
Mensos menegaskan tiga larangan keras di Sekolah Rakyat,
- Perundungan (Bullying).
- Kekerasan fisik dan seksual.
- Intoleransi dan radikalisme.
“Sekolah Rakyat harus menjadi tempat yang aman, inklusif, dan mencerahkan. Tidak ada ruang untuk kebencian atau kekerasan,” tegas Mensos.
Rencana ke depan, Presiden menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat di setiap kabupaten/kota. Untuk wilayah Minahasa, jenjang SMP dan SMA sudah terpenuhi, dan kini sedang disiapkan untuk jenjang SD.
Kegiatan ditutup dengan suasana haru dan patriotik. Mensos mengajak seluruh hadirin menyanyikan lagu “Padamu Negeri” sebagai simbol cinta tanah air melalui pendidikan. Seorang siswa kemudian menutup acara dengan lantunan lagu “Laskar Pelangi”, melambangkan harapan baru bagi anak-anak kurang mampu untuk meraih mimpi setinggi langit.
Dengan dukungan penuh dari Wali Kota Andrei Angouw dan sinergi kuat dengan Kementerian Sosial, Sekolah Rakyat di Manado diharapkan menjadi cetak biru keberhasilan program pengentasan kemiskinan melalui pendidikan, mewujudkan Manado yang warganya cerdas, kompetitif, dan sejahtera.
P-al







