Ini Pesan Gubernur Sulut Lewat Sekwan Silangen, dalam Ibadah Syukur HUT ke-92 GMIM Syalom Molas

MANADO KOMENTAR-Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Ibadah Syukur Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-92 Jemaat Gereja Masehi Injil di Minahasa (GMIM) Syalom Molas, Wilayah Manado Utara IV, pada Minggu (9/8/2026).

Ratusan jemaat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat berkumpul dalam satu atap, bukan hanya untuk merayakan angka tahun, tetapi untuk memperbarui komitmen iman dan kebersamaan di tengah dinamika kehidupan modern.

Kehadiran Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara, Weliam Niklas Silangen, S.Sos., M.Si., menjadi momen spesial bagi jemaat.

Hadir mewakili Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, SE., Sekwan Silangen membacakan sambutan resmi yang sarat dengan nilai-nilai spiritual dan refleksi kehidupan.

Gubernur Sulut menyampaikan pesan religi yang mendalam dan menyentuh hati. Ia mengingatkan bahwa perjalanan 92 tahun bukanlah sekadar catatan sejarah organisasi, melainkan bukti nyata penyertaan Tuhan yang tak pernah putus.

“Di usia yang ke-92 ini, mari kita renungkan kembali makna keberadaan kita. Iman bukan hanya kata-kata yang diucapkan di dalam gedung gereja, melainkan kompas yang menuntun langkah kita di tengah badai perubahan zaman. Tuhan tidak meminta kita untuk menjadi sempurna, tetapi Dia meminta kita untuk tetap setia. Setia kepada-Nya, setia kepada sesama, dan setia menjaga kedamaian di tanah Minahasa yang kita cintai,” bunyi sebagian sambutan Gubernur yang dibacakan Sekwan Silangen dengan nada tegas namun lembut.

Gubernur juga menekankan pentingnya peran jemaat sebagai “garam dan terang” dunia. Ia mengajak seluruh anggota Jemaat GMIM Syalom Molas untuk tidak lelah berbuat baik, karena setiap tindakan kasih kecil yang dilakukan dengan tulus adalah bentuk ibadah yang paling nyata di hadapan Tuhan dan manusia.

“Biarkan cahaya Kristus bersinar melalui tangan-tangan kalian yang melayani, melalui kaki-kaki kalian yang mengunjungi yang sakit, dan melalui hati kalian yang memaafkan. Inilah warisan terbesar yang bisa kita tinggalkan bagi generasi berikutnya,” tambah pesan Gubernur tersebut.

Selain pesan spiritual, Gubernur juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi aktif Jemaat GMIM Syalom Molas dalam mendukung program-program pembangunan daerah serta menjadi pelopor kerukunan antarumat beragama di Sulawesi Utara. Keberhasilan menjaga harmoni sosial dinilai sebagai buah dari iman yang hidup dan dewasa.

Sekwan Weliam Silangen, dalam kesempatan tersebut, juga turut menyampaikan doa dan harapan agar Jemaat GMIM Syalom Molas semakin diberkati, semakin kuat dalam persatuan, dan terus menjadi berkat bagi banyak orang.

Ibadah ditutup dengan suasana penuh sukacita dan rasa syukur. Para jemaat pulang dengan hati yang terhangatkan, membawa pulang pesan bahwa di balik angka 92, ada anugerah Tuhan yang terus mengalir, memanggil mereka untuk terus berjalan dalam iman, harapan, dan kasih.

Jose

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga