MINUT KOMENTAR-Ditengah kesibukan menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menyapa warganya dengan cara yang hangat dan personal.
Melalui akun Instagram resmi @jgkwlofficial, Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda. SE. MAP. MM. M.Si, menyampaikan ucapan selamat yang sarat makna, tidak hanya sebagai kepala daerah, tetapi sebagai saudara sebangsa dan setanah air.
Ucapan tersebut dikemas dalam sebuah flyer digital yang menampilkan kehangatan keluarga besar pemimpin daerah. Terlihat foto Bupati Joune Ganda bersama istri tercinta, Ny. Rizya Ganda Davega, serta Wakil Bupati Kevin Lotulung bersama istri, Kristy Lotulung Arina.
Kehadiran pasangan suami-istri ini dalam unggahan tersebut memberikan kesan bahwa nilai-nilai kekeluargaan dan kebersamaan adalah inti dari perayaan hari raya tahun ini.
Dr. Joune Ganda menuliskan pesan menyentuh dan mendalam, seolah berbicara langsung dari hati ke hati kepada seluruh umat Muslim di Minahasa Utara. Ia mengajak masyarakat untuk melihat melampaui ritual fisik penyembelihan hewan kurban, menuju esensi spiritual yang lebih tinggi.
“Hari Raya Idul Adha bukan hanya tentang ibadah kurban,” tulis Bupati Joune dengan nada reflektif. Ini adalah momentum suci yang mengajarkan kita tentang nilai keikhlasan, kepedulian sosial, dan kebersamaan,”ungkap Joune.
Pernyataan ini menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa di balik daging yang dibagikan, ada jiwa yang sedang dilatih untuk melepaskan ego dan mencintai sesama. Bupati Joune menekankan tentang semangat kebersamaan yang harus tetap dijaga bahkan ditingkatkan dalam kehidupan sosial masyarakat Minut yang majemuk.
Bupati Joune menyerukan agar momen berkah ini digunakan untuk memperkuat anyaman persaudaraan. “Mari kita jadikan hari yang penuh berkah ini untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkokoh persaudaraan di atas keberagaman, khususnya bagi seluruh masyarakat di Tanah Minahasa Utara tercinta,” ujarnya.
Pesan ini sangat relevan dengan kondisi sosial Minahasa Utara yang dikenal dengan toleransi tinggi. Dengan menyebut “Tanah Minahasa Utara tercinta”, Joune Ganda secara halus mengingatkan bahwa identitas kedaerahan dan identitas keagamaan dapat berjalan beriringan dalam harmoni.
Ia menutup ucapannya dengan doa tulus bagi setiap keluarga muslim di Minahasa Utara. “Selamat berkumpul bersama keluarga, semoga berkat dan kedamaian selalu menyertai kita semua,”tutup Sekjen APKASI ini.
Unggahan ini langsung mendapat respons positif dari warga netizen Minut. Banyak komentar yang mengapresiasi gaya komunikasi Bupati Joune yang humanis, religius, dan dekat dengan rakyat. Langkah ini menunjukkan bahwa di era digital, kehadiran pemimpin tidak hanya dirasakan melalui kebijakan, tetapi juga melalui sapaan-sapaan moral yang mampu menyejukkan hati umat di hari yang suci.
Jose













